DIA adalah sebuah software yang bersifat free dan open source yang
berfungsi untuk membantu pembuatan dan perencanaan diagram agar lebih
terstruktur. Aplikasi ini memiliki kelebihan, salah satunya adalah dapat
dijalankan di berbagai platform seperti Windows, Mac OS dan Linux.
Software ini dikembangkan sebagai bagian dari GNOME oleh Alexander
Larsson. GNOME merupakan GUI yang berjalan diatas sistem operasi seperti
Linux dan Solaris, perlu diketahui “DIA” dibuat menggunakan bahasa
pemrograman C. DIA dibuat karena diilhami oleh program populer keluaran Microsoft yang bersifat komersial namun berbayar bernama Microsoft Visio. Ukuran instalernya pun tidak besar, hanya sekitar 18Mb sedangkan Microsoft Visio yang berukuran 200Mb. DIA dapat dimanfaatkan oleh para analisis untuk membuat diagram antar entitas, diagram UML, diagram alur, diagram logic bahkan diagram networking Cisco. Ekstensi yang tersedia dapat disimpan sebagai *.jpg, *.png, *.wmf, *.cgm, *.vdx, dsb. Selain itu, Dia juga mendukung untuk bisa membuka dan mengolah file gambar dengan berbagai format XML. Karena bersifat open source, kita pun dapat pula menambah bentuk atau objek baru dengan membuat file XML sederhana berformat .SVG atau umumnya dibuat dengan Inkscape.
DIA lebih sering digunakan oleh pemula untuk membuat diagram, karena
ukurannya yang kecil dan lebih mudah pemakaiannya dibandingkan dengan
software-software diagram lain, seperti Microsoft Visio. Adapun jenis
portable dari software DIA ini, memungkinkan agar dapat dibawa/dipindah
dan dipakai hanya dengan menempatkannya di dalam flasdisk yang dapat
dibawa kemana saja sehari-hari.
Karena DIA merupakan Open Source, siapapun dapat meng-edit isi dari DIA
yang tersedia dan membuat baru tampilan yang diinginkan lalu
mempublikasikan sesuai dengan nama peng-editnya. DIA umumnya pertama
kali diajarkan di tingkat SMA/SMU Negeri maupun Swasta.







0 komentar:
Posting Komentar