Jumlah Pengunjung

Senin, 31 Oktober 2016

MENGENAL KONJUNGSI, DISJUNGSI, IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI

 
Dalam ilmu logika informatika dikenal yang namanya kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah sebuah kalimat yang tersusun dari dua kalimat atau lebih dan dengan menggunakan kata hubung tertentu. Ada beberapa jenis kalimat majemuk di antaranya adalah sebagai berikut;


1. KONJUNGSI
Konjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "DAN" / "AND". Notasinya adalah "^".

contoh kalimat 1:
premis 1(p): Andi adalah seorang mahasiswa. (BENAR)
premis 2(q): Andi adalah seorang karyawan perusahaan swasta. (BENAR)
konjungsi(p^q): Andi adalah seorang mahasiswa dan karyawan perusahaan swasta. (BENAR)

contoh kalimat 2:
premis 1(p): Ayam adalah unggas. (BENAR)
premis 2(q): Burung kutilang adalah mamalia. (SALAH)
konjungsi(p^q): Ayam adalah unggas dan burung kutilang adalah mamalia. (SALAH)

Tabel kebenaran dari konjungsi:
 

Catatan: Konjungsi baru bernilai benar apabila kedua premis bernilai benar. Jika salah satu atau kedua premis bernilai salah maka nilai pernyataan / kalimat tersebut salah.


2. DISJUNGSI
Disjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "ATAU" / "OR". Notasinya adalah "v".

contoh kalimat disjungsi 1:
premis 1(p): Dalam pelajaran TIK, siswa menggunakan komputer sekolah. (BENAR)
premis 2(q): Dalam pelajaran TIK, siswa boleh membawa laptop sendiri. (BENAR)
disjungsi(pvq): Dalam pelajaran TIK, siswa boleh menggunakan komputer sekolah atau membawa laptop sendiri. (BENAR)

contoh kalimat disjungsi 1:
premis 1(p): Air adalah benda cair. (BENAR)
premis 2(q): Es adalah air yang mendidih. (SALAH)
disjungsi(pvq): Air adalah benda cair atau es adalah air yang mendidih. (BENAR)

Tabel kebenaran dari disjungsi
catatan: Disjungsi bernilai salah apabila kedua premis pembentuknya bernilai salah. Jika salah satu atau kedua premis bernilai benar maka disjungsi bernilai benar.


3. IMPLIKASI
Implikasi adalah kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "JIKA" p "MAKA" q. Implikasi disebut juga kalimat bersyarat tunggal artinya jika kalimat p bernilai benar maka kalimat q pun akan bernilai benar juga. Notasi dari implikasi adalah "=>"

p => q dapat dibaca dengan beberapa cara, di antaranya:
- Jika p maka q.
- q jika p.
- p adalah syarat yang cukup untuk q.
- q adalah syarat yang diperlukan untuk p.

Contoh implikasi 1:
premis 1(p): Anita kuliah di Universitas Binadarma. (BENAR)
premis 2(q): Anita adalah mahasiswa. (BENAR)
implikasi(p=>q): Jika Anita kuliah di Universitas Binadarma maka Anita adalah mahasiswa. (BENAR)
 
Contoh implikasi 2:
premis 1(p): 2+2=7. (SALAH)
premis 2(q): 6x2=12. (BENAR)
implikasi(p=>q): Jika 2+2=7 maka 6x2=12. (BENAR)

Contoh implikasi 3:
premis 1(p): Bumi itu bulat. (BENAR)
premis 2(q): Bulan berbentuk prisma. (SALAH)
implikasi(p=>q): Jika bumi itu bulat maka bulan berbentuk prisma. (SALAH)

Tabel kebenaran implikasi:
catatan: Implikasi baru bernilai salah bila nilai dari pernyataan (q) setelah kata "maka" bernilai salah. Ini disebabkan pernyataan setelah "maka" adalah kesimpulan dari kalimat majemuk tersebut.


4. BIIMPLIKASI
Biimplikasi merupakan kalimat bersyarat ganda. Biimplikasi menggunakan kata hubung JIKA DAN HANYA JIKA. Notasinya: "<=>"

Untuk lebih memahami biimplikasi, perhatikan kalimat berikut: 
"Jika saya sakit maka saya tidak berangkat kuliah."
Apakah saya tidak berangkat kuliah hanya jika dikarenakan saya sakit saja? Tidak. Banyak alasan lain selain sakit yang menyebabkan saya tidak berangkat kuliah. Bisa karena keperluan keluarga, cuti, hari libur, hari hujan dan lain sebagainya. Ini menandakan bahwa kalimat di atas adalah implikasi bukan biimplikasi.

kalimat selanjutnya.

"Jika nilai ujian matematika saya lebih dari 7.50 maka saya lulus."
Apakah saya bisa lulus selain jika nilai matematika saya lebih dari 7.50? Tidak. Satu-satunya syarat kelulusan adalah bila nilai ujiannya lebih dari 7.50. Inilah yang disebut biimplikasi.

Tabel kebenaran biimplikasi:
Biimplikasi equivalen (senilai) dengan jika p maka q dan jika q maka p;
p<=>q ≡ (p=>q)^(q=>p)
tabel kebenaran:
 
catatan: Biimplikasi hanya bernilai benar bila pernyataan "jika" dan "maka" bernilai sama-sama benar atau bernila sama-sama salah.

Download Software VirtualBox

Pengertian dan Fungsi dari VirtualBox - kali ini saya akan bahas apa itu yang namanya virtualbox, tapi sebelumnya saya akan sarankan bagi SANET (Sahabat Networking) untuk membaca artikel saya sebelumnya yang mungkin bisa membantu sanet kedepannya setelah mengetahui software virtualbox ini dan artikel yan saya sarankan yaitu Perintah dasar linux yang wajib bagi pemula dan Macam-macam mode jaringan di VirtualBox. Kembali ketopik awal yaitu pengertian dan fungsi dari virtualbox, virtualbox adalah software gratisan yang paling sering di pakai oleh para pelajar atau orang orang yang suka dalam bidang IT khusunya jaringan. Nah lantas apa itu virtualbox dan apa fungsinya, ok kalo begitu monggo silahkan dibaca pengertian, fungsi dan manfaatnya menggunakan software virtualbox.

Apa itu Virtualbox ?

Virtualbox adalah software virtualisasi untuk menginstall sebuah OS “Operating System”, kita tahu bahwa arti dari kata virtuallilsasi merujuk pada kamus Oxford adalah “Convert (something) to a computer-generated simulation of reality” yang artinya  Mengubah/mengkonversi (sesuatu) ke bentuk simulasi dari bentuk yang nyata atau real. Nah jadi buat para agan agan yang mau coba-coba buat latihan mengingstall OS, tidak usah repot-repot harus menginstall ulang PC/Laptop agan (ribetlah) hehe, kita cuma perlu software Virtualbox ini untuk coba-coba atau belajar menginstall sebuah Operating System.


Fungsi dari Virtualbox :
  1. Mencoba operating system yang berbeda dengan operating system utama
  2. Mencoba operating system yang baru rilis atau masih dalam tahap uji
  3. Mencoba untuk membuat sebuah simulasi jaringan dan
  4. Mungkin juga untuk mencoba simulasi menguji sebuah security, entah itu OS ataupun website

Manfaat Menggunakan Virtualbox :
  1. Dapat bermanfaat bagi kaum awam untuk belajar menginstall operating system, tanpa perlu mengubah atau mengcopykan data data yang ada di hardisk
  2. Dapat menginstall beberapa operating system secara Cuma-Cuma tanpa harus mempermanent-kannya ke dalam hardisk
  3. Hemat uang, dalam arti tidak perlu membeli hardware-hardware atau computer baru untuk memakai banyak operating system
Untuk Dapat Mendownload Software VirtualBox Silahkan Klik disini :

http://adf.ly/1fH4R5


Minggu, 30 Oktober 2016

PENGERTIAN BAHASA PEMOGRAMAN C++


Di bawah ini adalah asal muasal Bahasa C++ serta pengertiannya yang saya kutip dari wikipedia.org langsung aja simak :
C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang di buat oleh (Bjarne Stroustrup) merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan di Bell Labs (Dennis Ritchie) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bel labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding). Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).
Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Bahasa C adalah sebuah bahasa dasar tingkat tinggi yang sifatnya kompleks dan membangun logika atau algoritma.
C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.
Bahasa C adalah bahasa pemrograman prosedural yang memungkinkan kita untuk membuat prosedur dalam menyelesaikan suatu masalah. Bahasa C++ adalah bahasa pemrograman yang berorientasi pada objek.
Bahasa tingkat tinggi merupakan bahasa yang mudah dipahami oleh manusia, C dan C++ merupakan contoh bahasa dari bahasa tingkat tinggi. Contoh lain dari bahasa tingkat tinggi adalah Pascal , Perl, Java, dan lain lain. Sedangkan bahasa tingkat rendah merupakan bahasa mesin atau bahasa asembly.
Secara sederhana sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang ditulis dalam bahasa mesin. Oleh karena itu , jika suatu program ditulis dalam bahasa tingkat tinggi, maka program tersebut harus diproses dahulu sebelum bisa dijalankan dengan komputer.
Proses untuk untuk mengubah dari bahasa tinkaat tinggi ke bahasa tingkat rendah dalam bahasa pemrograman ada 2 tipe yaitu intrepenter dan compiler.
Bahasa pemrograman seperti C dan C++ merupakan contoh dari tipe compiler. Namun ada bahasa yang menggabungkan 2 tipe ini salah satunya adalah bahasa Java.
Kelebihan dan kekurangan bahasa pemrograman C++:
C++ itu pada dasarnya bahasa C juga, nah kemampuan C yang utama itu adalah seperti :
– Kode bahasa C++ dengan portabilitas dan fleksibilitas yang tinggi untuk semua jenis komputer.
– bahasa Standard-nya ANSI bisa dipakai diberbagai platform.
– kecepatan program jika dibanding dengan program yang sama buatan bahasa lain, relatif lebih cepat.
– Bahasa C++ tersedia hampir di semua jenis komputer.
– Bahasa C++ hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci (hanya terdapat 48 kata kunci).
– Dukungan pustaka fungsi dan kelas yang banyak sehingga memungkinkan pembuatan aplikasi makro.
– C++ adalah bahasa yang terstruktur, dengan demikian akan lebih mendukung OOP.
– Bahasa C++ termasuk bahasa tingkat menengah dan lebih dekat dengan bahasa mesin.
– Kode program bersifat reuseable, sehingga dapat digunakan kembali pada project lain dengan hanya menggunakan library dan  file header.
– C++ dapat membuat aplikasi graphic processor berkualitas tinggi.
Jika dibandingkan dengan VB atau Delphi C++ memang tidak se-RAD dua bahasa tersebut , dan cenderung lebih rumit. Namun
dari perbandingan tersebut, sudah jelas pasti ada trade-off, seperti kecepatan, efisiensi kode, pengstrukturan kode.
Tidak hanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh C++, tetapi juga memiki kekurangan seperti:
– C++ tidak murni OOP sehingga kurang cocok untuk mengajarkan Konsep OOP karena kaidah-kaidah OOP dapat dilanggar. Dan
di C++ ada konsep pointer yang sangat membingunkan, ini salah satu alasan mengapa C++ menjadi momok yg paling tidak
disukai.
– C++ walapun tidak terpengaruh oleh Sistem Operasi tetapi tool untuk developmentnya harus spesific pada salah satu
sistem operasi contoh Visual Studio hanya dapat berjalan di Windows. Alasan ini juga nantinya akan dapat menurunkan
minat terhadap sistem operasi yang lain contohnya Linux. Apabila dalam praktiknya menggunakan Visual Studio maka
otomatis akan menggunakannya juga dan pada akhirnya malas untuk mencoba sistem operasi yang lain.
– Implementasi C++ dalam teknologi IT pada saat sekarang sudah sangat sedikit sekali.
– “susah” untuk membuat sesuatu dengan C++ sehingga kepeminatannya dalam memperdalam Programming akhirnya harus kandas
kecuali dengan inisitif sendiri mempelajari bahasa/teknologi la

ISLAM SEBAGAI FITRAH MANUSIA

 

Pada dasarnya manusia diciptakan dan dilahirkan di dunia secara naluri mempercayai dan meyakini adanya Tuhan. Naluri Manusia itu pada dasarnya selalu cinta kepada kesucian dan cenderung kepada kebenaran. Keberadaan naluri manusia adalah suci dan benar dalam arti sejak zaman azali.Islam pada awal mulanya diturunkan untuk meluruskan kepercayaan manusia supaya berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan jalan mentauhidkan kepercayaan terhadap Allah SWT. 

Disini letak persamaan dan persesuaian antara ajaran Islam dengan Fitrah manusia, dimulai dari lahirnya yaitu ingin meyakinkan kepercayaan dirinya kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta. Islam diturunkan berfungsi untuk mengatur manusia supaya menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mau melakukan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan dan sekaligus sebagai makhluk sosial.
Islam memberikan pandangan, pemikiran, pengarahan dan pemantapan untuk kebaikan hidup manusia yang layak dan sesuai dengan fitrahnya. Jika seseorang memihak kepada kebatilan, maka perbuatan tersebut bertentangan dengan hati nuraninya secara fitrah.
Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, berarti bahwa manusia sejak lahir secara naluri fitri, telah mempercayai Islam itu secara sadar, ikhlas dan betul-betul memiliki perasaan yang sangat dalam dan tidak bertentangan dengan hati nurani manusia itu. Wilhelm Schmidt, telah membuktikan kebenaran tersebut, dimana pada dasarnya ide pertama manusia itu revelation (Wahyu). Wilhelm Schmidt telah menyeli kehidupan orang-orang primitif, sebab dia masih mempertanyakan, apakah sebetulnya kepercayaan manusia itu mula-mula melalui evolusi atau tidak; maka dia dengan tegas mengambil kesimpulan setelah mengadakan penyelidikan secara detail kepada masyarakat (orang-orang) primitif, bahwa mereka percaya akan monotheisme (Tuhan Yang Maha Esa).
Fitrah manusia yang mendekati kebenarannya adalah : 
1.       Ingin mengetahui adanya kekuatan di luar dirinya, di luar alam semesta, yaitu Allah Maha Pencipta.
2.      Selalu cenderung dan condong serta patuh kepada hal-hal yang baik dan benar sesuai dengan hati nuraninya sendiri, yang diilhami oleh pemikiran rasional dan baik.
3.      Ingin hidup bermasyarakat (Sociality) tidak bersifat individual, sebab hakikatnya manusia adalah makhluk sosial.

METODOLOGI MEMAHAMI ISLAM



Menurut bahasa (etimologi), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta (sepanjang), hodos (jalan). Jadi, metode adalah suatu ilmu tentang cara atau langkah-langkah yang di tempuh dalam suatu disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Metode berarti ilmu cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Metode juga disebut pengajaran atau penelitian.

Menurut istilahmetodologi” berasal dari bahasa yunani yakni metodhos dan logos, methodos berarti cara, kiat dan seluk beluk yang berkaitan dengan upaya menyelsaikan sesuatu, sementara logos berarti ilmu pengetahuan, cakrawala dan wawasan. Dengan demikian metodologi adalah metode atau cara-cara yang berlaku dalam kajian atau penelitian.
Metodologi adalah masalah yang sangat penting dalam sejarah pertumbuhan ilmu, metode kognitif yang betul untuk mencari kebenaran adalah lebih penting dari filsafat, sains, atau hanya mempunyai bakat.
Cara dan prosedur untuk memperoleh pengetahuan dapat ditentukan berdasarkan disiplin ilmu yang dikajinya, oleh karena itu dalam menentukan disiplin ilmu kita harus menentukan metode yang relevan dengan disiplin  itu, masalah yang dihadapi dalam proses verivikasi ini adalah bagaimana prosedur kajian dan cara dalam pengumpulsn dan analisis data agar kesimpulan yang ditarik memenuhi persyaratan berfikir induktif. Penetapan prosedur kajian dan cara ini disebut metodologi kajian atau metodologi penelitian
Selain itu metodelogi adalah pengetahuan tentang metode-metode, jadi metode penelitian adalah  pengetahuan tentang berbagai metode yang digunakan dalam penelitian. Louay safi mendefinisaikan metodologi sebagai bidang peenelitian ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan tentang metode-metode yang digunakan dalam mengkaji fenomena alam dan manusia atau dengan kata lain metodologi adalah bidang penelitian ilmiah yang membenarkan, mendeskripsikan dan menjelaskan aturan-aturan, prosedur-prosedur sebagai metode ilmiah.
Ketika metode digabungkan dengan kata logos maknanya berubah. Logos berarti “studi tentang” atau “teori tentang”. Oleh karena itu, metodologi tidak lagi sekedar kumpulan cara yang sudah diterima(well received) tetapi berupa berupa kajian tentang metode. Dalam metodologi dibicarakan kajian tentang cara kerja ilmu pengetahuan. Pendek kata, bila dalam metode tidak ada perbedaan, refleksi dan kajian atas cara kerja ilmu pengetahuan, sebaliknya dalam metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat, dan merefleksi cara kerja suatu ilmu. Maka dari itu, metodologi menjadi menjadi bagian dari sistematika filsafat, sedangkan metode tidak.
Metodologi adalah ilmu cara- cara dan langkah- langkah yang tepat ( untuk menganalisa sesuatu) penjelasan serta menerapkan cara
Istilah metodologi studi islam digunakan ketika seorang ingin membahas kajian- kajian seputar ragam metode yang biasa digunakan dalam studi islam. Sebut saja misalnya kajian atas metode normative, historis, filosofis, komparatif dan lain sebagainya. Metodologi studi islam mengenal metode- metode itu sebatas teoritis. Seseorang yang mempelajarinya juga belum menggunakannya dalam praktik. Ia masih dalam tahap mempelajari secara teoritis bukan praktis.
 Ruang lingkup studi Islam
Pembahasan kajian keislaman mengikuti wawasan dan keahlian para pengkajinya, sehingga terkesan ada nuansa kajian mengikuti selera pengkajinya, secara material, ruang lingkup studi islam dalam tradisi sarjana barat, meliputi pembahasan mengenai ajaran, doktrin, teks sejarah dan instusi-instusi keislaman pada awalnya ketertarikan sarjana barat terhadap pemikiran islam lebih karena kebutuhan akan penguasaan daerah koloni. Mengingat daerah koloni pada umumnya adalah Negara Negara yang banyak didomisili warga Negara yang beragama islam, sehingga mau tidak mau mereka harus faham budaya lokal. Kasus ini dapat dilihat pada perang aceh sarjana belanda telah mempelajari islam terlebih dahulu sebelum diterjunkan dilokasi deengan asumsi ia telah memahami budaya dan peradapan massyarakat aceh yang mayoritas beragama islam.
Islam dipahami dari sisi ajaran, doktrin dan pemahaman masyarakat debngan asumsi dapat diketahui tradisi dan kekuatan masyarakat setempat. Setaelah itu pemahaman yang telah menjadi input bagi kaum orentalis diambil sebagai dasar kebijakan oleh penguasa colonial yang tentunya lebih menguntungkan mereka ketimbang rakyat banyak diwilayah jajahanya. Hasil studi ini sesungguhnya lebih menguntungkan kaum penjajah tatas dasar masukan ini para penjajah colonial dapat mengambil kebijakan didaerah koloni dengan mempertimbangkan budaya lokal. Atas masukkan ini, para penjajah mampu membuat  kekuatan social, masyarakat terjajah sesuai dengan kepentingan dan keutunganya. Setelah mengalami keterpurukan, dunia islam mulai bangkit memalui para pembaru yang telah dicerahkan. Dari kelompok ini munculah gagasan agar umat islam mengejar ketertinggalanya dari umat lain.

PENGERTIAN AL-QUR'AN



Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya berarti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (قرأ قرءا وقرآنا) sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (غفر غفرا وغفرانا). Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, artinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, artinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) karena ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.*

Secara Syari’at (Terminologi)

Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلا

Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (al-Insaan:23)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2)

Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firman-Nya,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benr-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9)

Oleh karena itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka kedoknya.

Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkahan, pengaruhnya dan universalitasnya serta menunjukkan bahwa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya.

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87)

ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1)

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shaad:29)

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka iktuilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155)

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77)

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (al-Hasyr:21)

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ –وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan firman-Nya, “Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.‘ Adapun orang-orang yang berimana, maka surat ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira # Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat ini bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (at-Taubah:124-125)

وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لأنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ أَئِنَّكُمْ

Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19)

فَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Dan firman-Nya, “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar.” (al-Furqan:52)

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Dan firman-Nya, “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl:89)

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ

Dan firman-Nya, “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48)

Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang karenanya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. Allah ta’ala berfirman,

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Dan firman-Nya, “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (al-Furqaan:1)

Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

“Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (an-Nisa’:80)

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Dan firman-Nya, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (al-Ahzab:36)

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Dan firman-Nya, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7)

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan firman-Nya, “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran:31)


CATATAN KAKI:

* Maksudnya, al-Qur’an adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab yang sebelumnya. (al-Qur’an dan terjemahannya, DEPAG RI)

(SUMBER: Ushuul Fii at-Tafsiir karya Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin, hal.9-11)

PENGERTIAN AS-SUNNAH



Para ulama memberikan definisi sunnah ini dari berbagai macam sudut pandangan baik secara etimologis dan termonologis, dan ditinjau dari sudut ilmu fiqh dan ilmu hadist dan sebagainya. Pengertian tersebut diantaranya:
a. Pengertian Sunnah secara etimologis adalah perilaku atau cara berperilaku yang dilakukan, baik cara yang terpuji maupun yang tercela. Pengertian ini berdasarkan hadist rasulullah yang beliau sholallhu ‘alaihi wasallam bersabda ada sunnah yang baik dan sunah yang buruk, sabdanya:

مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ , وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Barang siapa melakukan suatu perbuatan sunnah yang baik , maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari perbuatan orang yang mengikuti perbuatan sunnah yang baik itu hingga hari kiamat, Dan barang siapa yang melakukan perbuatan sunnah yang buruk maka baginya dosa atas perbuatannya itu dan dosa dari orang yang melakukan sunnah yang buruk itu hingga hari kiamat. Riwayat oleh Imam Muslim, Nasaii, Ibnu Majah, dan tirmidzi dengan periwayatan yang ringkas. Lihat Karya Syaikh Yusuf Qardhawi dalam al-Muntaqa min Kitab at-taghrib wa tarhib, I/115. Selain riwayat tersebut diatas lafazh ini dikutip juga dalam Kitab Syarah Thariqah Muhammadiyah wa syari’ah an nabawiyah pada bab “al Ithisham bikitabi wa as sunnah”. Dan pengertian dari : barangsiapa melakukan suatu sunnah yang baik dalam islam” adalah selama masa hidupnya, bukan setelah kematiannya, atau karena peran orang tua atau keturunan-keturunannya.
b. Adapun dalam pengertian syaria’t kata Sunnah mempunyai pengertian tersendiri atau lebih dari satu pengertian. Misalnya: Kata Thaharah, secara etimologis ia bermakna kebersihan, sedangkan pengertian terminologis yang diberikan oleh syari’at, ia bermakna menghilangkan hadast atau menghilangkan najis dan sejenisnya.
c. Adapun secara istilah: Sunnah mempunyai makna khusus dan makna umum. Dan yang diinginkan di sini tentunya adalah makna umum. Adapun makna sunnah secara khusus yaitu makna menurut istilah para ulama dalam suatu bidang ilmu yang mereka tekuni:
  • Para ulama ahli hadits mendefinisikan Sunnah sebagai apa-apa yang disandarkan kepada Nabi baik itu perkataan, perbuatan, taqrir (persetujuan-pen.) maupun sifat lahir dan akhlak.
  • Para ulama ahli ushul fiqh mendefinisikan sunnah sebagai apa-apa yang datang dari Nabi selain dari Al-Qur’an, sehingga meliputi perkataan beliau, pekerjaan, taqrir, surat, isyarat, kehendak beliau melakukan sesuatu atau apa-apa yang beliau tinggalkan.
  • Para ulama fiqh memberikan definisi Sunnah sebagai hukum yang datang dari Nabi di bawah hukum wajib. Ia bermakna sesuatu yang dianjurkan dan didorong untuk di kerjakan. Ia adalah sesuatu yang diperintahkan syariat agar dikerjakan, namun dengan perintah yang tidak kuat dan tidak pasti.
d. Adapun makna umum Sunnah adalah Islam itu sendiri secara sempurna yang meliputi aqidah, hukum, ibadah dan seluruh bagian syariat.
Berkata Imam Al-Barbahary: “Ketahuilah sesungguhnya Islam itu adalah sunnah dan sunnah adalah Islam dan tidaklah tegak salah satu dari keduanya kecuali dengan yang lainnya” Berkata Imam Asy-Syathiby: “(Kata sunnah) digunakan sebagai kebalikan/lawan dari bid’ah maka dikatakan: “Si fulan di atas Sunnah” apabila ia beramal sesuai dengan tuntunan Nabi yang sebelumnya hal tersebut mempunyai nash dari Al-Qur’an, dan dikatakan “Si Fulan di atas bid’ah” apabila ia beramal menyelisihi hal tersebut (sunnah)”.l ucapan Imam Abul Hasan Muhammad bin ‘Abdul Malik Al-Karkhy beliau berkata: “Ketahuilah… bahwa Sunnah adalah jalan Rasulullah dan mengupayakan untuk menempuh jalannya dan ia (sunnah) ada 3 bagian: perkataan, perbuatan dan aqidah”.
Berkata Imam Ibnu Rajab –rahimahullahu “Sunnah adalah jalan yang ditempuh, maka hal ini akan meliputi berpegang teguh terhadap apa-apa yang beliau berada di atasnya dan para khalifahnya yang mendapat petunjuk berupa keyakinan, amalan dan perkataan. Dan inilah sunnah yang sempurna, karena itulah para ulama salaf dahulu tidak menggunakan kalimat sunnah kecuali apa-apa yang meliputi seluruh hal yang tersebut di atas”. Hal ini diriwayatkan dari Hasan, Al-Auza‘iy dan Fudhail bin ‘Iyadh”.
Demikianlah makna sunnah secara umum dalam istilah para ‘ulama –rahimahumullah– dan hal itu adalah jelas bagi siapa yang melihat karya-karya para ulama yang menamakan kitab mereka dengan nama As-Sunnah dimana akan terlihat bahwa mereka menginginkan makna sunnah secara umum seperti : Kitab As-Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim. Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad, Kitab As-Sunnah karya Ibnu Nashr Al-Marwazy, Kitab As-Sunnah karya Al-Khallal, Kitab As-Sunnah karya Abu Ja’far At-Thobary, Kitab Syarh As-Sunnah karya Imam Al-Barbahary, Kitab Syarh As-Sunnah karya Al-Baghawy, dan lain-lainnya.
Ada juga makna sunnah yang menjadi perhatian ulama syari’at, yaitu sunnah dengan pengertian antonim dari bid’ah. Pengertian ini yang diambil dari hadist riwayat Irbadh bin Sariah: …..Orang yang hidup setelahku nanti akan melihat banyak perbedaan pendapat (dikalangan umat islam). Dalam keadaan seperti itu, hendaklah kalian berpegang pada sunahku dan sunah Khulafa Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigitlah dengan gigi gerahammu (pegang teguh) dan jauhilah perkara baru (yang dibuat-buat), maka sesugguhnya perbuatan bid’ah (perkara baru yang dibuat-buat) itu adalah sesat.” Akan tetapi yang harus ditegaskan disini bid’ah/perkara baru itu hanya dalam ruang lingkup ibadah sebagaimana akan dijelaskan nanti.
Oleh karena itu orang yang melakukan suatu bid’ah pada saat itu pula mereka menelantarkan Sunnah dalam kuantitas yang sama. Ibnu Mas’ud berkata:

الاِقْتِصَادُ فِى السُّنَّةِ أَحْسَنُ مِنَ الاِجْتِهَادِ فِى الْبِدْعَةِ. هَذَا مَوْقُوفٌ. وَرُوِىَ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- مُرْسَلاً بِزِيَادَةِ أَلْفَاظٍ.
“Sederhana (mencukupkan diri) dalam sunnah lebih baik daripada berijtihad dalam bid’ah. Hadist ini mauquf, dan diriwayatkan dari al Hasan dari Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam secara mursal dengan tambahan lafadz”.
Dan diriwayatkan oleh Ghudhaif bin al Harist ats Tsumali ra, ia berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَتَمَسُّكٌ بِسُنَّةٍ خَيْرٌ مِنْ إِحْدَاثِ بِدْعَةٍ
“Bepegang teguh dengan sunnah adalah lebih baik daripa mengadakan bid’ah”
Maka dari itu seharusnya sebagai umat nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam selalu menghidupkan Sunnahnya. Menghidupkan Sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya:
a. Mengenal Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam
Ada sebuah istilah di masyarakat tak kenal maka tak sayang, hal ini memang ada benarnya. Bahwa sesungguhnya awal dari kita menghidupkan sunnah Rasulullah adalah dengan cara mengenal pribadinya, baik ketika belum menjadi seorang rasul hingga setelah menjadi seorang Rasul dan masa berdakwah selama 23 tahun. Hal ini bisa kita dapati dalam Kitab-kitab sejarah Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam.
b. Mempelajari dan mengajarkan Al Qur`an
Mempelajari dan mengajarkan al Qur`an adalah suatu perbuatan sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam yang paling agung dan yang paling utama. Oleh karena itu, ini merupakan jalan-jalan kebaikan untuk menuju manusia yang mau mengerti akan sunnah nabi sholallahu ‘alaihi wasallam. Dalam masa dakwahnya Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam selalu mengajarkan Al Qur`an kepada para sahabatnya. Telah banyak hadist-hadist mengenai keutamaan-keutamaan orang yang membaca, mempelajari serta mengajarkan Al Qur`an. Salah satu diantaranya adalah hadist sebagai berikut:

عَنْ أَبِي أُمَامَة قَالَ : سَمِعْت رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول { اِقْرَءُوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ شَافِع لِأَهْلِهِ يَوْم الْقِيَامَة …} رَوَاهُ مُسْلِم
“Dari Abu Umamah, ia berkata Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam berkata “Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia dapat memberikan syafaat pada hari kiamat…” (HR Muslim).
Dan riwayat yang lainnya “Dari ‘Ustman bin Affan ra, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sebaik-baik manusia diantara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya. (HR Bukhari)
c. Mempelajari Sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan mengajarkannya
Setelah kita mempelajari Al Qur`an kemudian barulah kita berusaha untuk mengenal sunnah-sunnahnyan yang lain yang tertera dalam kitab-kitab hadist. Satu hal yang sangat jelas bagi kaum muslimin adalah harus mendahulukan mempelajari al Qur`an sebelum mempelajari hadist. Para ahli hadist berpendapat bahwa tidak seyogyanya seseorang mempelajari hadist, kecuali setelah belajar membaca Al Qur`an dan menghafalnya, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Hafs ibn Ghiyats berkata: Aku datang kepada Al A’masy, lalu berkata: Riwayatkanlah kepadaku hadist. Beliau berkata: Apakah kamu telah menghafal al Qur`an?” aku menjawab: “Belum” Beliau berkata: ”Pergilah, hafalkan al Qur`an terlebih dahulu” baru datang kesini dan aku akan meriwayatkan hadist kepadamu.” Hafsh berkata: Lalu aku pergi dan menghafal al Qur`an, kemudian aku datang lagi kepada beliau. Lalu beliau memintaku membaca Al Qur`an, aku pun membacanya, lalu beliau meriwatkan hadist kepadaku.”
Diriwayatkan dari Umar ra, ia berkata:
“Pelajarilah fara`idh dan As Sunnah, sebagaimana kalaian mempelajari Al Qur`an”
Amirul mu`minin, Ali bin Abi Thalib berkata:
“Kunjung-mengujungilah kamu sekalian dan saling belajar hadist, sebab bila kalian tidak melakukannya, maka ia akan lenyap”.
Pernah Abdurrahman ibn Abi Laila berkata: Cara menghidupkan hadist adalah dengan mempelajarinya secara berulang-ulang. Lalu Abdullah ibn Syaddad berkata, semoga Allah SWT, berkenan memberikan rahmat-Nya kepadamu. Banyak sekali hadist yang aku hidup-hidupkan dalam hafalanku, tetapi telah hilang.”
Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah akan mencerahkan wajah orang-orang yang telah mendengar haditsku dan memahami haditsku, menyampaikannya sebagaimana apa yang mereka dengarkan. Karena boleh jadi orang yang disampaikan lebih mengerti daripada pendengarnya sendiri.”
Banyak ulama yang berkata bahwa mempelajari hadits adalah seafdhal-afdhal menuntut ilmu bahkan lebih afdhal dari ibadah-ibadah sunnah. Waqi’ Ibnu Jarrah, salah seorang guru dari Imam Syafi’i yang juga ahli ibadah dan ahli wara’, berkata: “Seandainya menuntut ilmu hadits tidak lebih afdhal dari sholat sunnat maka saya lebih baik berzikir, bertasbih dan melakukan ibadah sunnah.”
d. Mencintai Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan Memegang teguh Sunnahnya.
Setelah berusaha untuk mengenal Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, mempelajari Al Qur`an dan As-sunnah maka diharapkan akan datang rasa mencintai kepada beliau.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 3: 31)
Didalam ayat ini Allah menegaskan jika benar-benar mencintai Allah maka ikutilah risalah Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam, tanpa harus ditambah-tambah risalah itu karena syari’at yang Allah telah turunkan kepada hambanya yang mulia itu telahlah sempurna.
Maka cinta kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam adalah suatu kewajiban sebagaimana wajib untuk mengimani beliau, dan orang yang mengingkari keimanan terhadap Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dikatakanlah kafir.
Dalil yang menunjukkan wajibnya mencintai Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam cukup banyak, di antaranya :
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاَ يُئْمِنُ أَحَدُ كُمْ حَتّي أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَا لِدِهِ وَوَلَدِهِ وَ النَّاسِ أَجْمَعِيْنَ (متفق عليه)
“Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih kalian cintai dari saudara-saudara kalian dan anak-anak kalian, dan seluruh manusia.” HR Bukhari dan Muslim
Dalam hadits lain disebutkan bahwa Umar ra pernah berkata: “Ya Rasulullah sesungguhnya engkau adalah manusia yang paling aku cintai dari sekalian makhluk kecuali diriku sendiri. Jawab Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam : Tidak (ya Umar). Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya (Kamu belum mencintai aku) sampai kecintaanmu kepadaku lebih dari dirimu sendiri. Maka berkata Umar kepada Rasulullah: Maka sekarang aku mencintaimu lebih daripada diriku sendiri. Berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam: Sekarang (kamu dikatakan beriman dengan iman yang sempurna ketika kamu lebih mencintai aku daripada dirimu sendiri) “
Bahkan ada sebuah ayat yang memperingatkan kepada kita dengan peringatan yang sangat keras bagi orang yang mendahulukan kecintaan kepada makhluk hidup yang lain di atas kecintaan kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, firman Allah dalam QS (9) : 24: Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggalmu yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di dalamnya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
Setelah kita berusaha untuk mencintai maka berusahalah untuk memegang teguh sunnahnya, sesuatu yang tidak mungkin bila kita mencintai rasulnya akan tetapi sunnah-sunahnya ditelantarkan. Dalam hadist sahih dijelaskan sebagai berikut:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإ ِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kamu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan dengarlah serta ta’atlah sekalipun kepada budak Habsyi, karena sesungguhnya orang hidup diantaramu sesudahku dikemudian hari maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka dari itu hendaklah kamu sekalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khalifah yang mendapat petunjuk dan lurus, hendaklah kamu berpegang dengannya dan gigitlah dengan gigi gerahammu (berpegang teguh) dan jauhilah oleh kamu sekalian akan perkara yang diada-adakan, maka sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.
e. Menjadikan Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam teladan serta melaksanakan seluruh perintahnya dan meninggalkan larangannya
Artinya kita harus menjadikan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan dalam segala hal, dengan kata lain tidak ada manusia yang lebih mulia di hati kita kecuali Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.
Diriwayatkan bahwa sesorang bertanya kepada Abdullah bin Umar: Mengapa kita tidak menemukan shalat safar dalam Al Qur`an?” beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengutus Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam kepada kita, dan kita tidak mengetahui sesuatupun, kita hanya melakukan sebagaimana melihat Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam melakukan.”
Dan dalam riwayat lain disebutkan beliau berkata: “Dan ketika kita dalam keadaan tersesat, lalu Allah memberikan petunjuk kepada kita dengan mengutus beliau (Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam). Karena itu kepada beliaulah kita berteladan.”
Para sahabat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam meneladani beliau karena memang Rasulullah yang patut diteladani, dan mereka mengamalkan ayat al quran dalam surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Allah SWT berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” (QS. Al Hasyr : 7)
Maka apa-apa yang telah rasul perintah dan larang kerjakanlah semampu kita, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui batas-batas kelebihan dan kkekurangan setiap hambanya. Dan Allah pun berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا …
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah…” (Surat At Taghabun/64: 16)
f. Menghormati dan Mengagungkan Sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam
Para sahabat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam serta tabi’in telah nyata keberpegangan mereka terhadap sunnah dan mendahulukannya atas segala sesuatu setelah Al Qur`an. Mereka tidak akan menerima pendapat seseorang meski diketahui siapapun pencetusnya.
Diriwayatkan dari Al A’Masy dari Dhihar ibn Murah, ia berkata, “Mereka enggan meriwayatkan sesuatu dari Rasul sholallahu ‘alaihi wasallam pada saat mereka tidak dalam keadaan memiliki wudhu.” Imam Malik ra, bila hendak mentakhrij hadist, ia berwudhu terlebih dahulu seperti layaknya hendak shalat, lalu mengenakan pakaian yang baik, bersurban dan menyisir rambut. Ditanyakan kepada beliau mengenai hal tersebut, beliau menjawab Aku hendak menghormati hadist Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.
Meskipun kita ketahui masalah berwudhu ini diperintah hanya jika ingin melaksanakan shalat, maka diantara para ulama mengapa mereka melakukan demikian, karena mereka ingin menghormati ucapan/sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana kita ketahui ada sebagain ulama yang menyatakan harus berwudhu ketika ingin membaca Al Qur`an.
g. Menghidupkan Sunnahnya ketika sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam telah mati/hilang
Menghidupkan sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam pahalanya sangat besar terutama ketika sunnah tersebut sudah tidak dikenal oleh masyarakat dan sudah terasa asing dimata masyarakat islam itu sendiri.
Dalam Kitab Shahih muslim dijelaskan sebagai berikut:

عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali sebagaimana dia mulai (menjadi asing), karena itu berbahagialah orang-orang asing.
Dimana orang yang menegakkan sunnah sudah dianggap asing bagi sesama muslim, itulah yang dikatakan Islam asing bagi orang islam sendiri. Orang yang menghidupkan sunnah dimana sunnah itu telah mati maka mereka merupakan pelopor (orang yang paling pertama mengamalkan) dan kapan diikuti maka ia akan mendapat pahala dari orang-orang yang mengikutinya. Inilah makna hadits Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لِبِلاَلِ بْنِ الْحَارِثِ « اعْلَمْ ». قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « اعْلَمْ يَا بِلاَلُ ». قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « أَنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِى فَإِنَّ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا»
“Bahwasannya Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Bilal bin Harits (Ketahuilah) Bilal berkata: apa yang harus aku ketahui ya Rasulullah, Bersabda Nabi (Ketahuilah Ya Bilal), Bilal Berkata apa yang harus aku ketahui Ya Rasulullah, Rasulullah bersabda: {Sesungguhnya siapa yang menghidupkan Sunnah dari Sunnahku yang sungguh telah dimatikan dimasa sesudahku, maka sesungguhnya ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya dengan tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.”(HR Attirmidzy dari Katsir bin Abdullah pada Kitab Ilmu dan IBnu Majah dalam Mukadimahnya)
Rasullullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dibelakang kalian wahai sahabatku, ada yang dinamakan hari-hari yang membutuhkan kesabaran, orang-orang yang tamassuk pada hari itu terhadap apa-apa yang kalian pegangi saat ini akan mendapat pahala 50″. Sahabat bertanya: “Perbandingannya itu dengan kami (para sahabat) atau dengan mereka (masyarakat saat itu)?” Kata Rasulullah: “(pahala 50 kali) Dibandingkan dari kalian (para sahabatku)” (HR. Imam Ahmad, Imam Abu Dawud & Imam Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).
Hari yang membutuhkan kesabaran adalah hari ketika banyak orang yang meninggalkan sunnah bahkan banyak yang mencemooh orang yang mau menjalankan sunnah, ditertawai, diejek bahkan mungkin diintimidasi, dipenjara dan lainnya. Hadits yang shahih diatas sudah cukup sebagai alasan bagi kita untuk menghidupkan sunnah sehingga tidak lagi kita membutuhkan hadits-hadits yang lemah.
h. Adanya kemarahan pada diri kita terhadap orang yang menyelisihi Sunnah atau berpaling darinya
Diriwayatkan oleh Sa’id bin jubair dari Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘anhuma, bahwa ia duduk berdampingan dengan seorang keponakannya. Lalu anak itu bermain ketapel. Kemudian Ia melarangnya dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam melarangnya dan bersabda: “Permainan itu tidak memburu binatang buruan, tidak bisa mengalahkan musuh. Tetapi bisa memecahkan gigi dan membengkakan mata.” Periwayat berkata: Keponakannya itu bermain ketapel lagi. Lalu Ia berkata lagi: “Aku telah mengatakan kepadamu bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam melarangnya, tetapi kamu tetap bermain ketapel. Jika demikian mulai saat ini aku tidak akan mengajakmu berbicara lagi.” Inilah salah satu contoh kebencian para sahabat kepada orang-orang yang menyelisihi sunnah atau memandang remeh sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.
g. Memerangi dan menolong Sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan kemampuannya.
Memperjuangkan sunnah rasulullah adalah suatu kewajiban begai setaip insan yang beriman, diriwayatkan Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata: Bahwasannya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada nabi yang Allah telah utus dia pada umatnya, dimasa sebelum aku, melainkan ada baginya beberapa orang penolong dan beberapa sahabat yang memegang dengan sunnahnya dan mengikut pada perintanya. Kemudian sesungguhnya di belakang masa dari mereka datang beberapa orang pengganti yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan dan mereka mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka barangsiapa yang memerangi mereka dengan tangannya dialah orang yang beriman, dan barang siapa yang menentang mereka dengan lidahnya dia adalah orang yang beriman dan barangsiapa yang menentang mereka dengan hatinya dia adalah orang yang beriman, dan tidaklah ada yang selain demikian itu daripada iman sebesar biji sholallahu ‘alaihi wasallami. (HR Muslim).
Seorang muslim mesti siap untuk mengorbankan apa yang dimiliki untuk agamanya karena sesungguhnya kita tidak mempunyai apapun.
h. Mengikuti jejak para Sahabat Rasulullah, tabi’in dan generasi setelahnya.
Tidak di pungkiri lagi, bahwa mengikuti jejak para sahabat ini juga termasuk cara untuk menghidupkan sunnah Rasululllah sholallahu ‘alaihi wasallam, karena sebaik-baik generasi ialah generasi dimasa Rasulullah dan setelahnya seperti sabdanya : “Sebaik-baiknya generasi adalah generasiku (para sahabat), kemudian yang setelah mereka (tabi’in), kemudian yang setelahnya lagi (tabi’ut tabi’in)” (HR Bukhari). Generasi tersebut adalah generasi yang paling baik untuk kita jadikan teladan, terutama para sahabat Rasulullah mereka adalah orang yang paling memahami bahasa dan maksud Al Qur’anul karim. Mereka adalah generasi yang paling mengetahui muhkamul Qur’an (ayat-ayat yang jelas makna dan hukumnya) dan mutasyabihat (samar maknanya). Mereka mendapat ilmu langsung dari Nabi, serta melihat langsung, perilaku, akhlak, keteladanan beliau. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah meriwayatkan atsar Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu beliau berkata: “Barangsiapa hendak berteladan, maka teladanilah Shahabat Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Karena sesungguhnya mereka adalah umat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit mengada-ada, paling lurus petunjuknya dan paling baik keadaanya. Merekalah orang-orang yang telah di pilih Allah untuk menjadi sahabat NabiNya dan untuk menegakkan Dien-Nya. Kenalilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak mereka, karena mereka dalam petunjuk yang lurus.
Dan mereka para sahabat Radiallahu ‘anhum adalah orang-orang yang ridha kepada Allah dan Allah pun ridha kepada mereka, seperti firman-Nya:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERASI PERHITUNGAN



Penjelasan Singkat Mengenai Tipe Data: 

Pembuatan sebuah program dimaksudkan untuk mengolah data masukan. Setiap data yang akan diolah di dalam bahasa C dan bahasa C++ harus jelas tipe datanya. Tipe data pada bahasa secara umum terbagi menjadi 3 macam, yaitu:


  1. Tipe data karakter
  2. Tipe data bilangan bulat
  3. Tipe data bilangan pecahan

Apabila masih dirasa kurang, seorang programmer dapat mendeklarasikan tipe data baru dengan menggunakan perintah struct. Untuk perintah struct akan dijelaskan pada kesempatan berikutnya. Yang harus diperhatikan dalam memilih data adalah jangkauan nilainya karena apabila salah dalam memilih tipe data maka perhitungan yang dilakukan menjadi tidak benar.

Ukuran memori yang diperlukan untuk masing-masing tipe data sangat bergantung pada perangkat keras dan perangkat lunak C / C++ yang digunakan. Karena itu jangkauan bilangan dari masing-masing tipe data juga bisa berlainan.

Penjelasan Singkat Mengenai Variabel: 

Variabel mempunyai nilai yang dinamis. Arti kata dinamis di sini bahwa nilai variabel tersebut dapat diubah sesuai kebutuhan dalam program.

Penjelasan Singkat Mengenai Operasi Perhitungan: 

Setelah mempelajari tipe data dan variabel maka variabel-variabel tersebut nantinya akan dikenai operasi perhitungan. Untuk melakukan operasi perhitungan diperlukan adanya operator-operator perhitungan.

Untuk Penjelasan Yang Lebih Lengkap Dapat Download File PDF nya Disini :

http://adf.ly/1fEGnQ

Sabtu, 29 Oktober 2016

PENGERTIAN DASAR INTERGRAL



  
1.     KONSEP INTEGRAL
Integral adalah kebalikan dari turunan (diferensial). Oleh karena itu integral disebut juga anti diferensial. Ada 2 macam integral, yaitu integral tentu dan integral tak tentu. Integral tentu yaitu integral yang nilainya tertentu, sedangkan integral tak tentu, yaitu integral yang nilainya tak tentu. Pada integral tentu ada batas bawah dan batas atas yang nanti berguna untuk menentukan nilai integral tersebut. Kegunaan integral dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali, diantaranya menentukan luas suatu bidang, menentukan voluem benda putar, menentukan panjang busur dan sebagainya. Integral tidak hanya dipergunakan di matematika saja. Banyak bidang lain yang menggunakan integral, seperti ekonomi, fisika, biologi, teknik dan masih banyak lagi disiplin ilmu yang lain yang . Jika turunan suatu fungsi :  Y = f (X) ;  maka untuk menentukan fungsi asalnya melakukan pengintgrasian.
F (X)  =  ∫ f (x) dx  ;
Keterangan:
          :  Tanda Integral
 f (x)   :  Integran (fungsi yang diintegralkan)
 dx      : Operator penurunan yang mengikat operasi yang dibentuk terhadap variabel X.

Maka dF(X) / dx  =  f (x) ;   maka :   ∫ f(x) dx = F (X)  +  C



Untuk Penjelasan Lebih Lengkap Dan Contoh Soal Dapat Di Download Disini :

http://adf.ly/1fEB7F